Langsung ke konten
Neurorestorasi.id

Untuk Sejawat & Klinisi

Stimulasi Listrik Transkranial (TES: tDCS/tACS/taVNS)

Ringkasan Bukti Ilmiah & Protokol

Stimulasi listrik transkranial (tDCS, tACS, dan turunannya seperti HD-tDCS/CES) adalah teknik neuromodulasi non-invasif yang diteliti sebagai terapi adjuvan pada rehabilitasi neurologis dan gangguan psikiatrik. Bukti terkuat berupa systematic review, network meta-analysis, dan meta-analisis data pasien individual dari RCT terkontrol sham, dengan besar efek yang umumnya moderat dan sangat bergantung pada kombinasi dengan rehabilitasi atau terapi konvensional. Kepastian bukti bervariasi (rendah hingga sedang), heterogenitas protokol antar-studi tinggi, dan guideline formal umumnya menempatkan rekomendasi pada Level B (kemungkinan efektif), bukan Level A; sehingga TES diposisikan sebagai terapi tambahan yang memerlukan penilaian klinis, bukan monoterapi.

Draf ilmiah. Rangkuman ini disusun dari literatur dan sedang menunggu tinjauan klinis dr. Nyoman sebelum dipublikasikan. Sementara ini halaman diset noindex.

Materi ilmiah untuk tenaga kesehatan · disusun dari literatur, menunggu tinjauan klinis

Keterangan tingkat bukti (Oxford CEBM)

  • CEBM 1a Tinjauan sistematis / meta-analisis RCT homogen

Ringkasan Bukti per Indikasi

Indikasi Populasi Tingkat bukti Ringkasan efek Protokol (rujukan literatur) Rujukan
Pemulihan motorik ekstremitas atas pasca-stroke Pasien stroke (fase akut, subakut, hingga kronik) dengan gangguan motorik ekstremitas atas CEBM 1a Cochrane systematic review dan network meta-analysis RCT, didukung guideline berbasis bukti panel pakar Bukti bersifat campuran dan bergantung metodologi. Cochrane review (2016, 2020) menyimpulkan bukti kualitas sangat rendah hingga rendah tanpa efek meyakinkan pada fungsi lengan atas, meski ada sinyal perbaikan kualitas rendah pada kapasitas aktivitas hidup sehari-hari. Meta-analisis yang membatasi pada tDCS dikombinasikan dengan rehabilitasi (Lee 2021) mengaitkan tDCS dengan perbaikan fungsi lengan dan tangan dibanding sham/rehabilitasi saja dengan efek sedang (SMD 0,480; 95% CI 0,307-0,653), terkuat pada kombinasi terapi okupasi/fisik dan virtual reality. Guideline Fregni (2020) memberi rekomendasi Level B (kemungkinan efektif) untuk anodal tDCS M1 ipsilesional dan cathodal tDCS M1 kontralesional pada stroke kronik. tDCS diposisikan sebagai adjuvan rehabilitasi, bukan monoterapi. Arus umumnya 1-2 mA. Montase: (1) anodal: anoda di M1 ipsilesional, katoda di regio supraorbital kontralesional; (2) cathodal: katoda di M1 kontralesional untuk menurunkan inhibisi interhemisferik; (3) dual/bihemispheric. Durasi sekitar 9-30 menit per sesi (umumnya 20 menit); umumnya 5 sesi/minggu selama 2-8 minggu. Diberikan bersamaan atau berdekatan dengan latihan motorik (terapi okupasi/fisik, virtual reality, atau robot-assisted). Kepastian bukti terbatas: Cochrane menilai kualitas sangat rendah hingga rendah untuk fungsi lengan atas; efek sedang hanya muncul pada skenario tDCS + rehabilitasi dengan heterogenitas montase/dosis dan waktu (akut/subakut/kronik) yang tinggi. Rekomendasi guideline berada di Level B, bukan Level A. Parameter dirangkum dari literatur, bukan resep individual; skrining kontraindikasi dan keputusan klinis tetap perlu dilakukan klinisi. 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6
Gangguan depresi mayor (Major Depressive Disorder) Pasien dewasa dengan episode depresi mayor unipolar, termasuk yang tidak/kurang responsif terhadap pengobatan CEBM 1a Meta-analisis data pasien individual (IPD) dari RCT terkontrol sham, didukung guideline berbasis bukti dan RCT landmark Meta-analisis data pasien individual (9 RCT, 572 pasien) mengaitkan tDCS anodal aktif dengan tingkat respons dan remisi lebih tinggi dibanding sham (respons 30,9% vs 18,9%, OR sekitar 1,96; remisi 19,9% vs 11,7%, OR sekitar 1,94), dengan efek klinis moderat. Guideline Lefaucheur (2017) memberi rekomendasi Level B (kemungkinan efikasi) untuk tDCS anodal atas DLPFC kiri pada episode depresi mayor. RCT ELECT-TDCS (2017) menemukan tDCS lebih unggul dibanding placebo namun tidak memenuhi kriteria non-inferioritas terhadap escitalopram, dengan lebih banyak efek samping. RCT berbasis rumah/remote (2025, 174 pasien) menunjukkan perbaikan skor depresi lebih besar pada kelompok aktif dibanding sham. Framing netral: tDCS dikaitkan dengan perbaikan gejala depresi dibanding sham. Montase prefrontal: anoda atas DLPFC kiri (F3), katoda atas DLPFC kanan (F4) atau area supraorbital kanan. Arus 2 mA, durasi 20-30 menit per sesi. Jumlah sesi bervariasi: umumnya 10-15 sesi harian pada hari kerja; protokol ELECT-TDCS memakai 30 menit 2 mA selama 15 hari kerja diikuti 7 sesi mingguan; protokol berbasis rumah memakai 5 sesi/minggu selama 3 minggu lalu 3 sesi/minggu selama 7 minggu (30 menit per sesi). Kepastian bukti moderat dengan heterogenitas antar-studi (durasi kursus 1-2 vs 3-4 minggu, dosis berbeda). Depresi resistan-pengobatan dikaitkan dengan respons lebih rendah. Kursus lebih panjang dan dosis lebih tinggi dikaitkan dengan efikasi lebih baik pada analisis subgrup. Penerapan memerlukan penilaian dokter, skrining kontraindikasi, dan pemantauan efek samping (kemerahan kulit, tinitus, risiko switch manik). 6 , 7 , 8 , 9
Afasia pasca-stroke Dewasa dengan afasia pasca-stroke (terutama tahap subakut hingga kronik) CEBM 1a Cochrane systematic review dan network meta-analysis RCT, didukung umbrella review Cochrane review (21 RCT, 421 peserta) dan network meta-analysis (25 studi, 471 peserta). Untuk luaran komunikasi fungsional, tDCS tidak menunjukkan bukti efek dibanding sham/kontrol. Untuk luaran naming (penamaan kata benda), tDCS anodal (terutama atas left inferior frontal gyrus/area Broca) dikaitkan dengan perbaikan dibanding kontrol: Cochrane melaporkan SMD 0,42 (95% CI 0,19-0,66; kualitas sedang) dan network meta-analysis SMD 0,51 (95% CI 0,11-0,90). Tidak ada efek konsisten pada penamaan kata kerja maupun pemahaman. Umbrella review 2024 menyimpulkan hasil paling konsisten pada ukuran naming, tetapi signifikansi klinis untuk pemulihan fungsional lebih luas masih dipertanyakan. Guideline Lefaucheur 2017 belum dapat memberikan rekomendasi untuk indikasi ini. Intensitas arus 1-2 mA; anoda umumnya di atas area lesi/left inferior frontal gyrus (area Broca), elektroda referensi/katoda di orbit kontralateral (montase anodal), atau katoda di atas hemisfer non-lesi (montase katodal), serta pendekatan dual/bihemispheric. Ukuran elektroda spons sekitar 25-35 cm2. Durasi 10-30 menit per sesi. Jumlah sesi bervariasi luas (1 hingga 15 sesi; banyak protokol 5 sesi/minggu atau harian). Umumnya dipasangkan sebagai adjuvan terapi wicara-bahasa. Kepastian bukti (GRADE) rendah hingga sedang. Perbaikan konsisten hanya pada domain naming kata benda; luaran komunikasi fungsional dan pemahaman belum menunjukkan efek. Heterogenitas protokol (intensitas, montase, durasi, jumlah sesi) tinggi, dan belum ada protokol standar atau guideline yang merekomendasikan tDCS untuk praktik klinis rutin pada indikasi ini. Diposisikan sebagai adjuvan terapi wicara, bukan terapi tunggal. 10 , 11 , 12 , 6
Insomnia / gangguan tidur (termasuk insomnia kronik dan pasca-stroke) Dewasa dengan insomnia kronik atau insomnia pasca-stroke CEBM 1a Systematic review dengan meta-analisis RCT (GRADE-assessed) untuk tACS, didukung RCT individual double-blind terkontrol sham dan network meta-analysis Meta-analisis GRADE terhadap 6 RCT (354 partisipan) mengaitkan tACS dengan penurunan skor PSQI dibanding sham (mean difference -2,99; 95% CI -4,91 sampai -1,06; certainty sedang), meski heterogenitas tinggi (I2 90%) dan efek pada ISI, sleep onset latency, serta sleep efficiency tidak konsisten signifikan. RCT landmark tACS 77,5 Hz (n=60) menunjukkan response rate 53,4% vs 16,7% pada sham. RCT HD-tDCS di DMPFC (n=55) dikaitkan dengan penurunan PSQI serta perbaikan sleep onset latency dan sleep efficiency pada polisomnografi dibanding sham. Untuk CES, systematic review Annals of Internal Medicine menilai bukti tidak cukup (insufficient). Pada insomnia pasca-stroke, network meta-analysis menempatkan CES dan LF-rTMS lebih tinggi daripada tDCS dalam perbaikan PSQI. Secara keseluruhan tES dapat ditoleransi dengan profil keamanan baik pada durasi studi. tACS (RCT landmark Wang 2020): frekuensi 77,5 Hz; arus 15 mA; elektroda di dahi dan kedua area mastoid; durasi 40 menit per sesi; 20 sesi harian selama 4 minggu. HD-tDCS (Li 2025): anoda di Fz 2,0 mA, katoda di FPz/F3/Cz/F4 masing-masing 0,5 mA (target dorsal medial prefrontal cortex); 10 sesi harian berturut-turut. Parameter tACS bervariasi antar-studi (frekuensi, intensitas, montase tidak seragam). Outcome umumnya diukur dengan PSQI/ISI dan sebagian dengan polisomnografi. Certainty sedang (GRADE) untuk outcome PSQI tACS, diturunkan oleh heterogenitas tinggi, ukuran sampel kecil, dan variasi protokol. Bukti untuk CES pada insomnia dinilai tidak cukup. Belum ada protokol terstandardisasi lintas-literatur; pemilihan modalitas, montase, dan jumlah sesi sebaiknya mengikuti protokol yang tervalidasi dalam RCT dan disesuaikan konteks klinis. Diperlukan RCT lebih besar dengan follow-up jangka panjang. 13 , 14 , 15 , 16 , 17

Parameter protokol di atas merupakan rangkuman dari literatur dan konsensus, bukan resep baku. Penentuan protokol final tetap bergantung pada asesmen, indikasi, kontraindikasi, dan penilaian klinis dokter untuk tiap pasien.

Daftar Referensi

Seluruh rujukan telah melewati verifikasi tautan (DOI/PMID). 17 sumber.

  1. 1. Fregni F, El-Hagrassy MM, Pacheco-Barrios K, Carvalho S, Leite J, Simis M, et al.; Neuromodulation Center Working Group (2020). Evidence-Based Guidelines and Secondary Meta-Analysis for the Use of Transcranial Direct Current Stimulation in Neurological and Psychiatric Disorders. International Journal of Neuropsychopharmacology 2021;24(4):256-313. DOI: 10.1093/ijnp/pyaa051
  2. 2. Lee JH, Jeun YJ, Park HY, Jung YJ (2021). Effect of Transcranial Direct Current Stimulation Combined with Rehabilitation on Arm and Hand Function in Stroke Patients: A Systematic Review and Meta-Analysis. Healthcare (Basel) 2021;9(12):1705. DOI: 10.3390/healthcare9121705
  3. 3. Elsner B, Kugler J, Pohl M, Mehrholz J (2020). Transcranial direct current stimulation (tDCS) for improving activities of daily living, and physical and cognitive functioning, in people after stroke. Cochrane Database of Systematic Reviews 2020, Issue 11, Art. No. CD009645.pub4. DOI: 10.1002/14651858.CD009645.pub4
  4. 4. Elsner B, Kugler J, Pohl M, Mehrholz J (2016). Transcranial direct current stimulation (tDCS) for improving activities of daily living, and physical and cognitive functioning, in people after stroke. Cochrane Database of Systematic Reviews 2016, CD009645.pub3. PMID: 26996760
  5. 5. Elsner B, Kwakkel G, Kugler J, Mehrholz J (2017). Transcranial direct current stimulation (tDCS) for improving capacity in activities and arm function after stroke: a network meta-analysis of randomised controlled trials. Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation 2017;14:95. DOI: 10.1186/s12984-017-0301-7
  6. 6. Lefaucheur JP, Antal A, Ayache SS, Benninger DH, Brunelin J, Cogiamanian F, et al. (2017). Evidence-based guidelines on the therapeutic use of transcranial direct current stimulation (tDCS). Clinical Neurophysiology 2017;128(1):56-92. DOI: 10.1016/j.clinph.2016.10.087
  7. 7. Moffa AH, Martin D, Alonzo A, Bennabi D, Blumberger DM, Bensenor IM, et al. (2020). Efficacy and acceptability of transcranial direct current stimulation (tDCS) for major depressive disorder: An individual patient data meta-analysis. Progress in Neuropsychopharmacology & Biological Psychiatry 2020;99:109836. PMID: 31837388
  8. 8. Brunoni AR, Moffa AH, Sampaio-Junior B, Borrione L, Moreno ML, Fernandes RA, et al.; ELECT-TDCS Investigators (2017). Trial of Electrical Direct-Current Therapy versus Escitalopram for Depression. New England Journal of Medicine 2017;376(26):2523-2533. PMID: 28657871
  9. 9. Woodham RD, Selvaraj S, Lajmi N, Hobday H, Sheehan G, Ghazi-Noori AR, et al. (2025). Home-based transcranial direct current stimulation treatment for major depressive disorder: a fully remote phase 2 randomized sham-controlled trial. Nature Medicine 2025;31(1):87-95. PMID: 39433921
  10. 10. Elsner B, Kugler J, Pohl M, Mehrholz J (2019). Transcranial direct current stimulation (tDCS) for improving aphasia in adults with aphasia after stroke. Cochrane Database of Systematic Reviews 2019, CD009760.pub4. DOI: 10.1002/14651858.CD009760.pub4
  11. 11. Elsner B, Kugler J, Mehrholz J (2020). Transcranial direct current stimulation (tDCS) for improving aphasia after stroke: a systematic review with network meta-analysis of randomized controlled trials. Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation 2020;17:88. PMID: 32641152
  12. 12. Raymer AM, Johnson RK (2024). Effectiveness of Transcranial Direct Current Stimulation as an Adjuvant to Aphasia Treatment Following Stroke: Evidence From Systematic Reviews and Meta-Analyses. American Journal of Speech-Language Pathology 2024. PMID: 38306506
  13. 13. Khan B, Khattak MH, Khan S, Farhan K, Syed LN, Khan H, et al. (2025). Efficacy of transcranial alternating current stimulation for insomnia: a GRADE-assessed systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Sleep Science and Practice 2025;9:9. DOI: 10.1186/s41606-025-00163-6
  14. 14. Wang HX, Wang L, Zhang WR, Xue Q, Peng M, Sun ZC, et al. (2020). Effect of Transcranial Alternating Current Stimulation for the Treatment of Chronic Insomnia: A Randomized, Double-Blind, Parallel-Group, Placebo-Controlled Clinical Trial. Psychotherapy and Psychosomatics 2020;89(1):38-47. PMID: 31846980
  15. 15. Li J, Li A, Jiao J, Hu K, Jiang Y, Hu X, Wang K, Chen X, Xie C (2025). Effects of high-definition transcranial direct current stimulation for the treatment of chronic insomnia: a randomized, double-blind, controlled trial. Scientific Reports 2025. PMID: 40695876
  16. 16. Shekelle PG, Cook IA, Miake-Lye IM, Booth MS, Beroes JM, Mak S (2018). Benefits and Harms of Cranial Electrical Stimulation for Chronic Painful Conditions, Depression, Anxiety, and Insomnia: A Systematic Review. Annals of Internal Medicine 2018;168(6):414-421. PMID: 29435567
  17. 17. Sun SZ, Yuan F, Song LX, Liu XZ, Zhong T, Zhu DL, Chen KY, Wang WC, Li RY (2025). Effectiveness and safety of different electromagnetic stimulation therapies in treating post-stroke insomnia: A network meta-analysis of randomized controlled trials. PLoS One 2025. PMID: 40608764

Diskusi Ilmiah Antar Sejawat

Ingin mendiskusikan penerapan Stimulasi Listrik Transkranial (TES: tDCS/tACS/taVNS) pada kasus tertentu? Anda dapat berdiskusi langsung dengan dr. Nyoman.

Materi ilmiah untuk tenaga kesehatan, bukan pengganti penilaian klinis atau panduan resmi. Keputusan penanganan tiap pasien sepenuhnya pada dokter yang merawat.

Konsultasi via WhatsApp Telepon