Tentang
Layanan neurorestorasi yang berpusat pada tiap pasien
Neurorestorasi adalah layanan yang berfokus pada dukungan pemulihan fungsi otak dan saraf melalui pendekatan terapi yang disesuaikan dengan kondisi tiap pasien.
dr. Nyoman Artha Megayasa
Sp.N, S.H., FNR
dr. Nyoman Artha Megayasa, Sp.N, S.H., FNR
Dokter Spesialis Saraf & Neurorestorasi
Menempuh pendidikan dokter dan spesialis saraf di Universitas Brawijaya, lalu fellowship Neurorestorasi & Neuroengineering di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Selain praktik mandiri di Kota Denpasar, juga berpraktik di Bali International Hospital, dengan fokus pada pemulihan fungsi otak dan saraf.
Pendidikan & kredensial
Dokter Spesialis Saraf (Sp.N) dengan fellowship di bidang Neurorestorasi (Fellow Neurorestoration, FNR).
- Dokter, Universitas Brawijaya
- Spesialis Saraf (Sp.N), Universitas Brawijaya
- Fellowship Neurorestorasi & Neuroengineering, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Pelatihan tersertifikasi
- QEEG (Quantitative EEG) - International Certified Board
- Functional Integrated Dry Needling - AIFIDN Diploma (Modul 1-4)
- Protokol Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
- Injeksi Botulinum Toxin untuk kasus neurologi
- Neuromuscular Taping (NMT) Basic & Advanced
Keanggotaan profesi
- PERDOSNI - Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia
- MDS - International Parkinson and Movement Disorder Society
Aktif dalam kegiatan ilmiah neurorestorasi, termasuk penelitian kombinasi TMS dan VR pada pemulihan stroke serta menjadi pembicara mengenai stimulasi non-invasif (tDCS) dan kerangka neurorestorasi di pertemuan neurologi nasional dan ASEAN.
Filosofi penanganan
Setiap pasien berbeda. Program disusun berdasarkan asesmen menyeluruh, dengan pendekatan yang berlandaskan pemahaman klinis dan dievaluasi secara berkala. Kami mengutamakan komunikasi yang jelas dan jujur mengenai apa yang dapat dan belum dapat diharapkan dari sebuah terapi.
Konsultasi via WhatsApp(membuka tab baru)Program individual
Disusun berdasarkan asesmen menyeluruh, karena kondisi tiap pasien berbeda.
Komunikasi yang jujur
Kami menjelaskan apa yang dapat dan belum dapat diharapkan dari sebuah terapi.
Evaluasi berkala
Rencana terapi ditinjau ulang dan disesuaikan sepanjang proses.