Langsung ke konten
Neurorestorasi.id

Untuk Sejawat & Klinisi

Extended Reality (VR/AR/XR)

Ringkasan Bukti Ilmiah & Protokol

Extended reality mencakup virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed/extended reality (XR) untuk membuat latihan rehabilitasi lebih terstruktur, imersif, dan interaktif. Bukti klinis paling banyak dan paling kuat berasal dari VR pada rehabilitasi pasca-stroke (systematic review dan meta-analisis RCT, termasuk Cochrane) untuk fungsi motorik ekstremitas atas dan keseimbangan; AR/XR jauh lebih sedikit diteliti. Secara umum arah efek positif namun berukuran kecil hingga sedang dengan kepastian bukti (GRADE) rendah sampai sedang; manfaat paling konsisten muncul bila digunakan sebagai terapi tambahan (adjunct) pada terapi konvensional, bukan sebagai pengganti. Bukti untuk gait speed dan rehabilitasi kognitif pasca-stroke masih lemah dan tidak konsisten, sehingga interpretasi harus hati-hati dan tidak melebih-lebihkan manfaat.

Draf ilmiah. Rangkuman ini disusun dari literatur dan sedang menunggu tinjauan klinis dr. Nyoman sebelum dipublikasikan. Sementara ini halaman diset noindex.

Materi ilmiah untuk tenaga kesehatan · disusun dari literatur, menunggu tinjauan klinis

Keterangan tingkat bukti (Oxford CEBM)

  • CEBM 1a Tinjauan sistematis / meta-analisis RCT homogen

Ringkasan Bukti per Indikasi

Indikasi Populasi Tingkat bukti Ringkasan efek Protokol (rujukan literatur) Rujukan
Rehabilitasi motorik ekstremitas atas pasca-stroke Pasien pasca-stroke, terutama pada 6 bulan pertama (fase subakut) CEBM 1a Systematic review dan meta-analisis RCT (termasuk Cochrane) serta guideline evidence-based AHA/ASA VR dikaitkan dengan perbaikan kecil pada fungsi ekstremitas atas dibanding terapi konvensional (Cochrane 2025: SMD 0,20; 95% CI 0,12-0,28; certainty rendah). Efek lebih besar bila VR ditambahkan pada usual care dibanding usual care saja (SMD 0,42; 95% CI 0,26-0,58; certainty sedang) dan VR kemungkinan mengurangi keterbatasan aktivitas/ADL (SMD 0,21; 95% CI 0,11-0,32; certainty sedang). Meta-analisis independen mendukung arah efek yang sama dengan estimasi lebih besar namun heterogenitas tinggi (Soleimani 2024: Fugl-Meyer SMD 0,63; Olana 2025: ADL SMD 0,27, efek terbesar pada fase subakut). Guideline AHA/ASA menyatakan VR wajar dipertimbangkan sebagai metode memberikan latihan gerak ekstremitas atas. VR paling konsisten bermanfaat sebagai terapi tambahan, bukan pengganti terapi konvensional. Sistem non-immersive (mayoritas studi), semi-immersive, dan fully immersive (head-mounted display). Durasi program median sekitar 4 minggu (banyak studi lebih dari 6 minggu); durasi per sesi 30-60 menit; frekuensi umumnya 5 hari per minggu. Sekitar dua pertiga studi mengombinasikan VR dengan rehabilitasi konvensional (adjunct). Estimasi efek bervariasi antar sumber: Cochrane (analisis paling ketat) menunjukkan efek kecil dengan certainty rendah untuk perbandingan langsung dengan terapi konvensional, sedangkan meta-analisis lain menunjukkan efek lebih besar namun dengan heterogenitas tinggi, sampel kecil per studi, dan risiko bias. Manfaat cenderung lebih besar bila VR dimulai dalam 6 bulan pertama dan program berlangsung lebih dari 6 minggu. Dosis optimal belum terstandarisasi. 1 , 2 , 3 , 4
Rehabilitasi keseimbangan (balance) dan gait pasca-stroke Pasien pasca-stroke, termasuk fase subakut dan kronik CEBM 1a Systematic review dan meta-analisis RCT (termasuk Cochrane) dan pilot RCT dengan follow-up jangka panjang Untuk keseimbangan, VR dikaitkan dengan perbaikan kecil dibanding terapi alternatif (Cochrane 2025: SMD 0,26; 95% CI 0,12-0,40; certainty rendah), dengan efek lebih besar bila ditambahkan pada usual care dibanding usual care saja (SMD 0,68; 95% CI 0,46-0,91; certainty rendah). Untuk gait speed, Cochrane tidak menemukan keunggulan VR dibanding terapi alternatif (MD 0,05; 95% CI -0,02 sampai 0,13; certainty sangat rendah). Sebuah pilot RCT non-immersive pada stroke subakut melaporkan perbaikan walking speed dan fungsi motorik ekstremitas bawah yang bertahan sampai follow-up 12 bulan. Ringkasan: VR dikaitkan dengan perbaikan keseimbangan terutama sebagai terapi tambahan, sedangkan bukti untuk gait speed tetap lemah dan tidak konsisten. Sistem non-immersive (paling banyak), semi-immersive, dan immersive/head-mounted display. Durasi program 3-12 minggu; total 10-40 sesi; sesi individual umumnya sekitar 30 menit; frekuensi bervariasi. Umumnya diberikan sebagai tambahan pada terapi fisik konvensional, bukan pengganti. Certainty GRADE mayoritas rendah sampai sangat rendah karena banyak studi berukuran sampel kecil, risk of bias tidak jelas, dan heterogenitas jenis sistem VR. Efek pada keseimbangan lebih kuat sebagai adjunct; efek pada gait speed lemah/tidak konsisten. VR dilaporkan aman dengan adverse event minimal pada populasi stroke. Parameter belum terstandarisasi sehingga belum ada protokol baku tunggal. 1 , 5
Rehabilitasi kognitif berbasis VR Pasien dengan gangguan neuropsikiatri, termasuk subgrup stroke, cedera otak, dan Parkinson CEBM 1a Systematic review dan meta-analisis RCT Pada gangguan neuropsikiatri secara keseluruhan, intervensi VR dikaitkan dengan efek sedang-besar pada fungsi kognitif (Du 2025: SMD 0,67; 95% CI 0,33-1,01) namun dengan heterogenitas sangat tinggi (I2 84%). Efek bermakna terutama pada skizofrenia dan mild cognitive impairment, sedangkan pada subgrup stroke, cedera otak, dan Parkinson efeknya tidak bermakna. Dengan demikian, arah efek untuk rehabilitasi kognitif pada populasi neurologis (stroke dan penyakit neurodegeneratif) masih belum meyakinkan dan tidak dapat disimpulkan menguntungkan berdasarkan bukti terverifikasi yang tersedia. Sistem bervariasi dari non-immersive (layar/desktop), semi-immersive, hingga fully immersive (headset). Konten mencakup cognitive training, exergame, dan latihan cognitive-motor dual-task. Parameter dosis sangat bervariasi antar studi sehingga belum ada protokol yang terstandardisasi. Kepastian bukti terbatas dengan heterogenitas sangat tinggi (I2 hingga 84%), ukuran sampel kecil, dan variasi besar jenis sistem VR. Yang penting, subgrup stroke, cedera otak, dan Parkinson tidak menunjukkan efek bermakna, sehingga manfaat VR untuk rehabilitasi kognitif pada populasi neurologis tidak boleh dilebih-lebihkan. Penggunaan diposisikan sebagai tambahan pada terapi konvensional, bukan pengganti. 6

Parameter protokol di atas merupakan rangkuman dari literatur dan konsensus, bukan resep baku. Penentuan protokol final tetap bergantung pada asesmen, indikasi, kontraindikasi, dan penilaian klinis dokter untuk tiap pasien.

Daftar Referensi

Seluruh rujukan telah melewati verifikasi tautan (DOI/PMID). 6 sumber.

  1. 1. Laver KE, Lange B, George S, Deutsch JE, Saposnik G, Chapman M, Crotty M (2025). Virtual reality for stroke rehabilitation. Cochrane Database of Systematic Reviews 2025. doi:10.1002/14651858.CD008349.pub5. PMID: 40537150
  2. 2. Winstein CJ, Stein J, Arena R, Bates B, Cherney LR, Cramer SC, et al.; American Heart Association/American Stroke Association (2016). Guidelines for Adult Stroke Rehabilitation and Recovery: A Guideline for Healthcare Professionals From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2016;47(6):e98-e169. PMID: 27145936
  3. 3. Soleimani M, Ghazisaeedi M, Heydari S (2024). The efficacy of virtual reality for upper limb rehabilitation in stroke patients: a systematic review and meta-analysis. BMC Medical Informatics and Decision Making. PMID: 38790042
  4. 4. Olana DD, Abessa TG, Lamba D, Tedesco Triccas L, Bonnechere B (2025). Effect of virtual reality-based upper limb training on activity of daily living and quality of life among stroke survivors: a systematic review and meta-analysis. Journal of NeuroEngineering and Rehabilitation. PMID: 40269877
  5. 5. Bian M, Shen Y, Huang Y, Wu L, Wang Y, He S, Huang D, Mao Y (2022). A non-immersive virtual reality-based intervention to enhance lower-extremity motor function and gait in patients with subacute cerebral infarction: A pilot randomized controlled trial with 1-year follow-up. Frontiers in Neurology 2022;13:985700. DOI: 10.3389/fneur.2022.985700
  6. 6. Du Q, Wei Y, Ma Y, Liu C, Du S, Zhang Q, Gong X, Yang J, Li Q, Li K (2025). Efficacy of Virtual Reality-Based Interventions on Cognitive Function in Patients With Neuropsychiatric Disorders: Systematic Review and Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials. JMIR Serious Games. DOI: 10.2196/67501

Diskusi Ilmiah Antar Sejawat

Ingin mendiskusikan penerapan Extended Reality (VR/AR/XR) pada kasus tertentu? Anda dapat berdiskusi langsung dengan dr. Nyoman.

Materi ilmiah untuk tenaga kesehatan, bukan pengganti penilaian klinis atau panduan resmi. Keputusan penanganan tiap pasien sepenuhnya pada dokter yang merawat.

Konsultasi via WhatsApp Telepon