Langsung ke konten
Neurorestorasi.id

Edukasi 23 Juni 2026

Mengenali Gejala Stroke dan Tindakan Cepat (SeGeRa Ke RS)

Ditulis oleh dr. Nyoman Artha Megayasa, Sp.N, S.H., FNR

Ilustrasi konsep waktu dan otak yang menggambarkan pentingnya kecepatan penanganan saat curiga stroke

Stroke sering datang tiba-tiba dan tanpa rasa sakit yang jelas, sehingga banyak keluarga ragu apakah yang terjadi benar-benar gawat. Padahal, beberapa menit pertama setelah gejala muncul sangat menentukan. Mengenali tanda-tanda stroke sejak dini dan segera bertindak adalah salah satu hal paling penting yang bisa dilakukan keluarga untuk membantu peluang pemulihan seseorang.

Artikel ini menjelaskan ciri-ciri stroke yang perlu dikenali, dua cara mudah mengingatnya, alasan kenapa waktu begitu berharga, dan langkah konkret saat Anda curiga seseorang mengalami stroke. Untuk pemahaman lebih dalam tentang penyakit ini, Anda bisa membaca halaman edukasi kami tentang kondisi stroke dan penanganannya.

Apa Itu Stroke?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke sebagian otak terganggu, baik karena pembuluh darah tersumbat maupun karena pembuluh darah pecah. Otak sangat bergantung pada pasokan darah yang membawa oksigen. Saat aliran ini terhenti, sel-sel otak di area tersebut mulai rusak dengan cepat. Inilah sebabnya gejala stroke biasanya muncul mendadak dan mengenai fungsi tubuh yang dikendalikan oleh otak, seperti gerakan, bicara, dan penglihatan.

SeGeRa Ke RS: Cara Kemenkes Mengenali Gejala Stroke

Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan akronim SeGeRa Ke RS agar masyarakat mudah mengingat tanda-tanda stroke. Setiap huruf mewakili satu gejala:

  • Se - Senyum tidak simetris: wajah tampak miring atau mencong ke satu sisi saat tersenyum.
  • Ge - Gerak separuh tubuh melemah secara tiba-tiba, misalnya lengan atau tungkai sulit digerakkan.
  • Ra - bicaRa pelo atau tidak jelas, kata-kata yang diucapkan berbeda dengan yang dipikirkan.
  • Ke - Kebas atau kesemutan separuh tubuh.
  • R - Rabun, pandangan kabur mendadak pada satu atau kedua mata.
  • S - Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas.

Jika Anda menemukan satu atau lebih gejala ini, jangan menunggu. Segera bawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat.

FAST: Versi Internasional yang Juga Mudah Diingat

Selain SeGeRa Ke RS, banyak negara memakai akronim FAST dari American Stroke Association. Keduanya saling melengkapi dan menekankan gejala inti yang sama:

  • F - Face (wajah): minta orang itu tersenyum, perhatikan apakah satu sisi wajah turun.
  • A - Arm (lengan): minta ia mengangkat kedua lengan, perhatikan apakah satu lengan jatuh atau lemah.
  • S - Speech (bicara): minta ia mengucapkan kalimat sederhana, perhatikan apakah bicaranya pelo atau sulit dipahami.
  • T - Time (waktu): jika ada salah satu tanda tersebut, ini saatnya segera mencari pertolongan medis.

Beberapa rumah sakit menambahkan huruf BE di depan (BE FAST) untuk Balance (gangguan keseimbangan mendadak) dan Eyes (gangguan penglihatan mendadak).

Tanda Stroke Ringan yang Sering Diabaikan

Sebagian orang mengalami gejala stroke yang muncul lalu hilang sendiri dalam beberapa menit hingga satu jam. Kondisi ini disebut serangan iskemik sesaat atau TIA (transient ischemic attack), yang sering dijuluki “stroke ringan”. Karena gejalanya menghilang, banyak orang merasa aman dan tidak memeriksakan diri.

Ini adalah kesalahan yang berbahaya. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), sekitar sepertiga orang yang pernah mengalami TIA berisiko mengalami stroke yang lebih berat di kemudian hari. TIA adalah sinyal peringatan dari tubuh, bukan tanda bahwa masalah sudah selesai. Siapa pun yang mengalami gejala seperti stroke, walau singkat, sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter.

Time Is Brain: Kenapa Waktu Sangat Penting

Dalam dunia neurologi ada ungkapan time is brain, artinya waktu adalah otak. Saat aliran darah terhenti, sel-sel otak terus mati setiap menit yang berlalu. Penelitian memperkirakan rata-rata sekitar 1,9 juta sel saraf hilang setiap menit selama stroke tidak ditangani. Semakin cepat seseorang mendapat penanganan, semakin besar kemungkinan jaringan otak yang masih dapat diselamatkan.

Pada stroke akibat sumbatan, terdapat tindakan medis yang umumnya memberi manfaat terbesar bila diberikan dalam jendela waktu beberapa jam pertama setelah gejala muncul (penelitian menyebut sekitar 4,5 jam pertama untuk sebagian besar pasien). Karena itu, mencatat jam berapa gejala pertama kali muncul sangat membantu tim medis menentukan pilihan penanganan. Perlu diingat, hasil dapat berbeda pada tiap pasien tergantung jenis dan tingkat keparahan stroke.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Curiga Stroke

Saat Anda mencurigai seseorang mengalami stroke, tetap tenang dan lakukan langkah berikut:

  1. Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa ke rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas penanganan stroke.
  2. Catat waktu gejala pertama muncul. Informasi ini sangat penting bagi dokter.
  3. Jangan memberi makan atau minum. Kemampuan menelan bisa terganggu dan berisiko tersedak.
  4. Jangan menunggu gejala hilang sendiri, termasuk bila tampak membaik. Tetap cari pertolongan medis.
  5. Baringkan dengan posisi nyaman dan longgarkan pakaian yang ketat sambil menunggu bantuan.

Hindari memberi obat apa pun tanpa petunjuk tenaga medis. Penanganan stroke memerlukan pemeriksaan untuk memastikan jenis stroke sebelum tindakan diberikan.

Mengenali gejala dan bertindak cepat adalah bekal berharga bagi setiap keluarga. Jika Anda atau orang terdekat memiliki faktor risiko stroke seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau pernah mengalami gejala mirip stroke, berkonsultasilah dengan dokter saraf untuk pemeriksaan dan langkah pencegahan yang sesuai. Informasi ini bersifat edukatif dan bukan pengganti pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.

Pelajari lebih lanjut

Pertanyaan Umum

Apakah gejala stroke selalu disertai rasa sakit?

Tidak. Banyak gejala stroke justru tidak menimbulkan nyeri, seperti wajah mencong, lengan melemah, atau bicara pelo yang muncul tiba-tiba. Karena itu jangan menunggu munculnya rasa sakit untuk mencari pertolongan.

Gejala stroke pada keluarga saya hilang dalam beberapa menit, apakah tetap perlu ke rumah sakit?

Ya, tetap perlu. Gejala yang muncul lalu hilang bisa merupakan TIA atau stroke ringan, yang menurut penelitian menjadi sinyal peringatan risiko stroke yang lebih berat. Sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter.

Berapa lama waktu yang ideal untuk membawa penderita stroke ke rumah sakit?

Sesegera mungkin. Sel otak terus rusak setiap menit, dan beberapa tindakan medis umumnya lebih bermanfaat bila diberikan dalam jam-jam pertama setelah gejala muncul. Mencatat waktu gejala pertama sangat membantu tim medis.

Punya pertanyaan tentang kondisi Anda?

Konsultasikan dengan admin praktik kami untuk menjadwalkan pemeriksaan.

Konsultasi via WhatsApp(membuka tab baru)
Konsultasi via WhatsApp Telepon